395 views

Kesalahan yang sama

kesalahan

Malam semakin larut. Cahaya rembulan menyinari bumi yang gelap malam nan gulita. Terasa hembusan angin malam menusuk perlahan jiwa yang hina ini. Segala keheningan dan apa yang sedang terjadi di sekelilingku mulai terasa aneh. Nampaknya bukan cahaya rembulan dan bintang saja yang menemaniku, tapi juga aura-aura aneh yang entah dari mana. Aura itu benar-benar sangat menggangguku.

Dengan kesunyian yang semakin mencekam ini, pikiranku melayang entah kemana, hatiku kehilangan arah, dan ku tak tau harus berbuat apa. Benih-benih aura tadi nampaknya ingin merasuki diriku. Mencoba ku melawan diriku sendiri, tapi kekuatannya tak tertandingi. Sekeras ku mencoba, semakin sulit ku menahannya.

Segera ku mengambil segelas air putih dan meminumnya. Perlahan aura itu pergi dari sini. Akhir-akhir ini aku sering mengalami hal seperti ini. Entah apa yang mengundang aura itu datang kepadaku. Bukan tanpa alasan dia kemari, bukan tanpa tujuan dia menghampiri. Pasti ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Yang aku tahu, dia ingin aku menyadari sesuatu pada diriku. Dengan pikiran yang agak kehilangan memori dan mata yang mulai redup ini, ku mencoba mencari tahu ‘sesuatu’ yang membingungkan itu.

Hal itu hampir melupakan tugas ku yang tak kunjung semu. Bagai peribahasa zaman old, selesai satu tumbuh seribu. Jam dinding semakin menunjukkan eksistensinya. Tidak terasa waktu menunjukkan jam tiga dan ku masih berjiabaku dengan laptop mengerjakan tugas kuliah. Kasur tempat tidur rasanya menggodaku untuk segera menjamahnya. Namun, masih teringat jelas aura itu terus teringiang-iang di kepalaku.

Keesokan malamnya, seperti biasa ku duduk di depan laptop. Agak penat dan bosan rasanya jika tidak di iringi dengan lagu edm dan pop. Tiba-tiba pikiran ku rasanya di permainkan. Ia seperti menggerakkan ku seperti catur yang bahkan aku tidak tahu jika sedang bermain. Kekuatannya kali ini lebih kuat dari sebelumnya. Tidak banyak yang bisa ku lakukan, kecuali menahan semua godaan aura setan.

Setitik cahaya yang masuk melalui sela-sela gorden jendela membangunkan ku. Seingat ku semalam ku duduk di bangku tepat di depan tempat tidurku yang jaraknya kurang lebih 30 cm. Tetapi kenapa sekarang aku bangun tepat di atas kasur? Tanpa pikir panjang ku bergegas mandi. Jam menunjukkan 7 pagi. Rutinitas bekerja setiap hari cukup bosan dan makan hati. Belum lagi, omelan boss dan tugas yang datang silih berganti. Padahal gaji bulan lalu dan bulan ini juga belum di kasih.

Satu hal yang terus ku pikirkan. Setiap perbuatan dan perkataan yang kita lakukan terhadap semesta suatu saat akan kembali ke kita. Sederhananya, Siapa Yang Menanam, Dia Yang akan Menuai. Terlintas nasehat orang tua “Ucapkan yang baik dan lakukan hal yang baik pada semua orang sekalipun yang pernah menyakitimu. Allah akan melihat dan membalas kebaikanmu”. Teramat banyak ‘Kesalahan yang sama’ aku lakukan selama ini. Entah bagaimana menghilangkan kebiasaan yang hampir menjadi rutinitas ku tiap hari?

Entah lah… Mungkin ada setitik cahaya terang untukku. Dimana aku diberikan kesempatan kedua untuk bisa berubah dan berjalan ke depan meninggalkan butiran kesalahan yang membingungkan. Membuka lembaran baru menghapus goresan masa lalu. Aku siap menatap dan melangkah masa depan yang cerah bersamanya.

Malam hari nya, ada project yang harus aku kerjakan. Sudah cukup lama duduk di depan laptop. Jarum jam menunjukkan angka 11.59. Kurang 1 menit hari akan berganti. Tengah malam begini nampaknya aura tersebut sudah hilang dan mungkin tak akan datang.

“Jangan mengulang kesalahan yang sama. Karena masih banyak kesalahan lain yang belum dicoba”

Terjaga ku di ujung pagi Bawaku nikmati indah duniawi
Sendiri bertanya di hati
Akankah semuanya akan abadi

Ku pejamkan sejenak mataku
Ku buka hatiku sebelum ku kembali Untukmu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 DAN. All rights reserved.
Powered by