• 01
    Jan
    2020
  • Posted by
  • Posted in
    Story
  • Discussion
    Tak ada komentar pada Hilang
  • Tags
    ,
195 views

Hilang

Sehari sebelum hari kemerdekaan Indonesia tepatnya tanggal 16 agustus 2019, ku merasakan sangat kehilangan yang sakitnya tak t0erkira. Wanita pertama yang membuat ku jatuh cinta yaitu Ibu. Wanita yang sungguh tegar dan sabar mengurusiku dari kecil hingga dewasa seperti saat ini. Wanita luar biasa hebatnya tak pernah merasa lelah dan mengeluh dengan pekerjaan rumah tangga yang tiada habisnya.

Dunia rasanya berhenti berputar…

Jauh sebelum kejadian itu, aku merasakan akan ada sesuatu yang terjadi. Berbagai tanda-tanda telah kurasakan. Ketika Ibu sudah tidak pernah tidur dirumah, tetapi tidur di tempat kakak. Membantu merawat cucunya karena kakak masih dalam keadaan kurang sehat. Tentu di usia seperti itu, seharusnya Ibu istirahat. Bukannya melakukan aktivitas yang dibilang berat dan merepotkan, belum lagi tiap hari Jumat Ibu masih saja menyempatkan untuk pergi pengajian. Bukankah Ibu sungguh hebat? Ibu tidak lupa bekal untuk Akhirat nanti.

Sebelum kepergiannya, Ibu sudah banyak memberikan amanah dan yang paling penting yaitu nasihat. Jangan menunggu orang lain, tapi berusahalah sendiri sebisa mungkin. Hal itu lah yang tetap ku pegang hingga saat ini. Benar adanya, kita akan merasa kehilangan setelah hal itu pergi.

Aku merasa gagal menjadi anak. Aku belum bisa membahagiakan orang tua terutama Ibu. Hingga sekarang pun, aku belum bisa menjaga shalat 5 waktu. Tak ada lagi yang mengomeliku tuk shalat, bangun, dan banyak hal lainnya yang Ibu ku selalu mengingatkanku di kala ku lupa. Entah apa yang harus kulakukan sekarang, aku seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

Dulu, Ibu sering kali memintaku memijat kakinya. Kaki Ibu ku mudah sekali kelelahan karena banyak pekerjaan yang dilakukannya. Ketika Ibu memintaku memijat kakinya, banyak sekali alasan yang ku sampaikan, hingga membuat Ibu kesal. Tapi pada akhirnya ku pijatkan juga setelah beberapa menit kemudian. Hal itu lah yang tak bisa kulakukan lagi sekarang dan menghilang.

Rumah semakin kosong dan sepih. Tidak ada yang mengisi tidur menempati. Cuma ada Zello si kucing yang selalu setia menemani. Siapa yang bisa mengganti? Kakak tak lama juga akan pindah ke tempat lain. Yang tersisa hanya bapak dan aku seorang diri. Jujur, untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyuci dan menyapu saja sulit. Namun, setelah kepergian Ibu. Aku harus bisa mengerjakan itu semua.

Tak lama Jelly juga hilang entah kemana. Kucing kesayangan yang imut nan lucu. Tingkah lakunya yang menggemaskan tak kan pernah terlupakan. Entah mengapa waktu itu Jelly tak dimasukkan ke dalam kandang. Paginya Jelly sudah taka ada… Goresan-goresan luka semakin membekas.

Semua akan menghilang pada waktunya. Hilang setelah datang. Hilang untuk dikenang. Hilang karena sudah tidak diinginkan. Kehilangan mengajarkan arti pertemuan, kepergian dan keikhlasan. Kehilangan bahwasannya akan diganti sesuatu yang lebih.

Semoga hati ini lekas sembuh dan kembali seperti dulu…

Kadang untuk menjadi bahagia kamu hanya perlu bersyukur dan merelakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 DAN. All rights reserved.
Powered by