• 14
    Feb
    2018
  • Posted by
  • Posted in
    Risalah
  • Discussion
    Tak ada komentar pada tanpa judul
  • Tags
    , ,
307 views

tanpa judul

Maaf sebelumnya,
Datang tak permisi,
Datang tak bilang,
Datang tak minta izin,
Aku cuma ingin menepati janji,
Aku cuma minta waktu tak lebih,
Aku datang untuk pergi,
Mungkin untuk yang terakhir kali,

Waktu terasa cepat berlalu. Sejak kita pertama kali bertemu. Mengisi kekosongan hati yang pilu. Sejak kita pergi bersama, dari petang hingga malam. Berdua menyusuri jalanan nan gelap, dibawah naungan sang bulan. Sejak itu lah aku sudah mencintaimu. Menemukan sosok yang menyukai kucing seperti diriku.

Waktu silih berganti. Kita saling mengisi kesepihan diri sendiri. Berbagi rasa dan cerita agar lebih memahami. Menutupi segala kekurangan untuk saling melengkapi.

Waktu terus berputar. Tampaknya hubungan kita mulai pudar. Karna keegoisan yang besar. Tampaknya hubungan kita tak kan lama. Karena kesalahan yang sama. Tampaknya hubungan kita akan punah. Karena sifat yang tak mau berubah.

Tahukah kamu???
Tak ada yang paling aku sayang kecuali kucingku. Namun, ketika kenal dirimu, yang paling aku sayang adalah kamu.

Tahukah kamu???
Bahwa Aku kurang lebih dari 3 tahun sealama ini sendiri. Oh iya, aku belum sempat mengatakan ini. Mungkin karena ini aku sudah lupa bagaimana cewek bisa dipahami.

Sifatku yang mungkin terlalu protektif, yang mungkin terlalu posesif, yang mungkin dipenuhi pikiran negatif. Emangnya aku siapa? Bukan siapa-siapa.

Sedikit ku ceritakan tentang diriku,
Pengamat sejati, pemalu hati, pendiam pasti

Entah lah…
Mungkin kamu belum bisa berpindah hati,
Mungkin kamu masih menyimpan memori,
Mungkin kamu tetap ingin sendiri,

Kamu datang mencuri hati tanpa permisi, Lalu pergi berlari seperti semua tak pernah terjadi.

Aku tahu betul rasanya kehilangan. Menunggu sendirian dalam kekosongan yang panjang hingga seseorang bersedia datang dan mengisi ruang hati yang telah usang.

Kita adalah kebetulan terbawa nyaman atau kita adalah main-main yang terbawa perasaan. Mungkin kamu menganggapnya demikian, namun aku berharap cinta yang terbalaskan.

Kini, biarkanlah hatiku kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi

Maaf unruk segala khilaf dan Terima Kasih untuk waktu yang sesingkat ini. . .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2018 DAN. All rights reserved.
Powered by